Amalan dan Doa Malam Ke 27 Ramadhan

Malam ini adalah malam yang memiliki banyak keberkahan, maka hendaknya mengamalkan amalan-amalan berikut:
Pertama: Mandi sunnah
Kedua: Ziarah (baca doa ziarah) kepada Imam Husein (sa)
Ketiga: Membaca Surat Al-An’am, Surat Al-Kahfi, Yasin, dan membaca istighfar berikut (100 kali):

اَسْتَغْفِرُ اللهَ واَتُوبُ اِلَيْهِ

Astaghfirullâha wa atûbu ilayh
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya

Keempat: Membaca doa:

اَللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي اَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ، وَقَدْ تَصَرَّمَ وَاَعُوذُ بِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ يَا رَبِّ أنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ مِنْ لَيْلَتِي هَذِهِ، اَوْ يَتَصَرَّمَ شَهْرُ رَمَضَانَ وَلَكَ قِبَلي تَبِعَةٌ اَوْ ذَنْبٌ تُرِيْدُ اَنْ تُعَذِّبَنِي بِهِ يَوْمَ اَلْقَاكَ

Allâhumma hâdzâ syahru ramadhân alladzî anzalta fîhil qur-ân, wa qad tasharrama wa a’ûdzu biwajhikal karîm, yâ Rabba ay yathlu’al fajru min laylatî hâdzihi, aw yatasharrama syahru ramadhân wa laka qibalî tabi’atun aw dzanbun turîdu an tu’adzdzibanî bihi yawma alqâka.

Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya Kau turunkan Al-Qur’an. Telah berlalu hari-hari dan malam-malam Ramadhan. Aku berlindung dengan wajah-Mu yang mulia ya Rabbi, dari berlalunya waktu fajar dari malam ini, atau berlalunya bulan Ramadhan sementara tabiatku atau dosaku masih mengharuskan siksa-Mu saat aku berjumpa dengan-Mu.

Kelima: Membaca doa:

يَا مُدَبِّرَ اْلاُمُوْرِ، يَا بَاعِثَ مَنْ فِى الْقُبُورِ، يَا مُجْرِيَ الْبُحُورِ، يَا مُلَيِّنَ الْحَدِيْدِ لِدَاوُدَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَافْعَلْ بِي … اللَّيْلَةَ اللَّيْلَةَ

Yâ Mudabbiral umûr, yâ Bâ’itsa man fil qubûr, yâ Mujriyal buhûr, yâ Mulayyinal hadîdi li-Dâwûda shalill I ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, waf’albî … al-laylah al-laylah.

Wahai Yang Mengatur semua urusan
Wahai Yang Membangkitkan manusia dari kuburnya
Wahai Yang Mengalirkan lautan
Wahai Yang Melunakkan besi bagi Dawud
sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, lakukan padaku
(sebutkan hajat Anda …) malam ini, malam ini.

Keenam: Membaca doa perpisahan dengan bulan Ramadhan (doa ke 45) dalam Shahifah Sajjadiyah.
Ketujuh: Membaca doa:

اَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِي لِشَهْرِ رَمَضَانَ وَاَعُوذُ بِكَ اَنْ يَطْلُعَ فَجْرُ هَذِهِ اللَّيْلَةِ إِلاَّ وَقَد غَفَرْتَ لِي

Allâhumma lâ aj’al âkhiral ‘ahdi min shiyâmî lisyahri ramadhân, wa a’ûdzu bika ay yathlu’a fajru hâdzihil laylah illâ wa qad ghafartalî.

Ya Allah, jangan jadikan puasaku ini sebagai akhir puasa di bulan Ramadhan, aku berlindung dengan-Mu dari terbitnya waktu fajar malam ini kecuali Engkau ampuni dosa-dosaku.

Kedelapan: Melakukan shalat sepuluh rakaat (setiap dua rakaat salam), setiap rakaat setelah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (10 kali).

Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat sepuluh rakaat di akhir bulan Ramadhan, setiap rakaat sesudah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (10 kali), dalam sujud dan rukuknya membaca Subhanallah walhamdulillah wa lailaha illallah wallahu akbar (10 kali), dan salam setiap dua rakaat; sesudah salam yang terakhir membaca Istighfar (1000 kali), kemudian sujud, dan dalam sujudnya membaca:

يَا حِيُّ يَا قَيُّومُ، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ، يَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا، يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، يَا اِلَهَ اْلاَوَّلِيْنَ وَاْلاَخِرِيْنَ، اِغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا

Yâ Hayyu yâ Qayyûm, yâ Dzal jalâli wal ikrâm, yâ Rahmânad dun-yâ wal âkhirai wa Rahîmahumâ, yâ Arhamar râhimîn, yâ Ilâhal awwalîna wal âkhirîn, ighfir lanâ dzunûbanâ, wa taqabbal minnâ shalâtanâ wa shiyâmanâ wa qiyâmanâ.

Wahai Yang Hidup, wahai Yang Menhawasi, wahai Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat, Yang Maha Penyayang di dunia dan akhirat, wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi, wahai Tuhan orang-orang terdahulu dan belakangan. Ampuni dosa-dosa kami, terimalah shalat kami, puasa kami, dan qiyamul layl kami.

Nabi saw bersabda: “Demi Zat yang mengutusku sebagai Nabi dalam kebenaran, sungguh Jibril menyampaikan padaku dari Israfil dari Allah swt, sesungguhnya ia (yang melakukan shalat ini) tidak mengangkat kepalanya dari sujudnya kecuali Allah mengampuninya, menerima puasanya, dan menghapus dosa-dosanya.”

Di dalam riwayat yang lain dikatakan, shalat ini juga dilakukan pada malam Idul Fitri, hanya saja dalam rukuk dan sujudnya membaca tasbih yang empat.

Kesembilan: Membaca Doa Malam Kedua puluh tujuh
(Mafâtihul Jinân: bab 2, pasal 3)

Insya Allah, akan segera diposting di blog ini: Keutamaan Idul Fithri, amalan dan doa2nya; juga mutiara2 hikmah utk bahan SMS ucapan Selamat Idul Fithri.

Audio Shalawat Tarhim dan doa2 Ramadhan, musik2 Rohani, download gratis:
http://syamsuri149.multiply.com
Audio Murattal surat2 pilihan Al-Qur’an dan Audio surat Al-Qur’an tentang Laylatul Qadar, download gratis:
http://islampraktis.multiply.com

Wassalam
Syamsuri Rifai
http://syamsuri149.wordpress.com
http://shalatdoa.blogspot.com

Milis bermacam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s